Looking for something ?

Minggu, 18 Mei 2014

REVIEW Tahun Tahun Bahagia ( Little House#seri Laura )


Judul: Tahun Tahun Bahagia ( These Happy Golden Years )
Pengarang: Laura Ingalls Wilder
Ilustrasi oleh : Garth William
Penerjemah :Djokolelono
Penerbit : BPK Gunung Mulia
Tebal :396 hlm
Tanggal terbit : 2011
ISBN :978-979-687-876-5
Beli di Gramedia Surabaya
Harga: Rp. 49.500 (BPK Gunung Mulia)
My rating for this novel: * * * * * 5 stars

Sinopsis:

"Aku tidak bisa menjanjikan sesuatu yang aku tahu tidak bisa kupenuhi "            
              Berkomitmen,Tak Ingkar Janji 
                        ~ Laura Ingalls Wilder ( 1867-1957 )

Berdiri di depan kelas, mengajar anak-anak,sebenarnya menakutkan Laura. Namun, pengalaman pertamanya mengajar yang tidak menyenangkan berubah mengasyikkan. Segala sesuatu kini menjadi indah bagi Laura dan keluarga Ingalls, terutama berkat kemajuan Mary di sekolah. Namun, ajakan Almanzo Wilder untuk berkereta kuda di sore hari akhirnya membawa Laura ke dunia yang lebih baru lagi, bahkan membawanya ke suatu rumah kecil yang baru, yang bukan rumah kecil Pa lagi...


Review:

 Disini ceritanya Laura mulai mengajar di sekolah Brewster milik keluarga Brewster, yg bikin takut Laura adalah jarak rumahnya dari sekolah cukup jauh dan Laura belum berpengalaman menjadi guru walaupun dia anaknya pintar. Di rumah keluarga Brewster, ternyata keluarganya sangat tidak harmonis. Terlihat dari anak mereka satu2nya bernama Johnny selalu merengek di sepanjang cerita terus pak dan bu Brewster selalu bertengkar , karena bu Brewster ingin kembali ke daerah Timur.Di hari Laura mengajar benar-benar banyak tantangan, tetapi dengan mendengar nasihat Pa semua cobaannya dilaluinya dengan tabah. Setiap pekan Laura pulang diantar oleh Almanzo Wilder naik kereta bugi ( kereta kudanya jaman dulu ) , Minggunya kembali lagi ke rumah keluarga Brewster. 7 Minggu telah berlalu , tugas mengajar Laura telah terselesaikan. Bukan berarti Laura sudah nggak naik kereta buginya Almanzo lagi. Setiap minggu sore , mereka berdua selalu jalan-jalan naik kereta bugi bersama sampai di danau perak, danau Henry dll. Laura juga ikut kursus menyanyi bersama Almanzo. Di suatu malam sepulang dari kursus menyanyi Almanzo MELAMAR LAURA !!!!! OWHH MY GOD hadeh biasa aja kali terus dikasih cincin dan SETERUSNYA mereka lagi kisyu kisyu ( untung nggak ada gambarnya mereka lagi itu ). Tak terasa Laura sudah berumur 18 tahun padahal tak kirain masih umur 16 tahun hehehe.... acara pernikahan mereka sederhana aja sih. Mereka dikawinkan di rumah pendeta Brown secara langsung trus ya udah deh jadi pasutri ( you know what i mean ? ).  Rumah mereka kalau dibayang-bayangin itu luas ada ruang bawah tanahnya juga ( kalo misalnya ada angin puting beliung ) , pohon juga ada dong namanya pohon willow, pohon elder, pohon mapel sama pohon kapuk. Pokonya hidup mereka pasti tentram and bahagia sih ( maybe ?? soalnya novel selanjutnya belum kubaca ). 

Ini contoh ilustrasinya JEDENG!!
Laura mengajar

                       

Mary kakak Laura membuka kopernya

                       

Laura berkereta kuda dengan Almanzo  




Pendeta Brown menikahkan Laura dan Almanzo ( Maaf nggak terlalu jelas gambarnya )
                     


<3 xoxo
Putri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jangan lupa komentarnya ya :))
Tapi berkomentarlah dengan bahasa yang sopan dan santun ;))