Looking for something ?

Jumat, 23 Mei 2014

REVIEW Pengelana Rumah Kecil ( Little House#seri Laura )

Judul: Pengelana Rumah Kecil ( A Litte House Traveler-Writing from Laura Ingalls Wilder's Journeys Across America )
Pengarang: Laura Ingalls Wilder
Penerjemah: Djokolelono dan Lany Murtihardjana
Penerbit: Libri
Tebal: 388 hlm
Tanggal terbit: 2011
ISBN: 978-979-687-878-9
Pinjam Bibi
Harga: Rp. 49.500 (BPK Gunung Mulia)
My rating for this novel : * * * * * 5 stars

Sinopsis:

"Ia mengamati setiap kejadian dengan mendetail, mengunjungi orang serta tempat-tempat..."
   Tajam, Terbuka
 ~Laura Ingalls Wilder ( 1867-1957 )

Laura tetaplah Laura. Ia berkelana semenjak masih kanak-kanak dan tetap berkelana meski sudah memasuki usia senja. Ia telah bepergian menggunakan gerobak kuda, kereta api, dan mobil, baik sendirian, bersama orang tua dan kakak-adiknya, dengan suaminya, maupun beserta putrinya. Selama 60 tahun perjalanannya, ia telah memperhatikan bagaimana waktu, musim, dan manusia mengalami perubahan. Namun, ada satu hal yang tetap sama; Laura selalu siap dengan pensil dan kertas untuk mencatat seluruh pengalamannya.
Buku yang merupakan kumpulan tiga tulisan Laura ini menjadi saksi bahwa gadis pengelana seperti dirinya tidak pernah berhenti mengalami hal baru dan menuangkannya dalam tulisan. Seperti tertulis pada salah satu pengantar dalam buku ini, Laura tetaplah seorang pengamat yang tajam dan pengelana yang antusias.


Review:

Ini adalah novel terakhir dari seri Laura. Novel ini tidak seperti novel Laura yg sebelumnya. Secara kesuluruhan terdapat foto-fotonya Laura yg asli, suaminya Almanzo yg berkumis wkwkwk, sama anak mereka Rose. Juga ada foto penampakannya kota-kota yg dihampiri Laura waktu zaman dulu kuno bacin banget. Di keluruhan ceritanya ini berisi catatan-catatannya Laura Ingalls sendiri, tapi ada juga catatannya anaknya Rose Wilder. Novel ini terdiri dari 3 bab, yaitu bab 1 Perjalanan Ke Rumah Baru yg berisi tentang catatannya Laura pada saat Laura, Almanzo, dan Rose yg masih kecil menuju ke Mansfield, Missouri dengan mengendarai gerobak kuda, bab yg kedua adalah Surat Dari Jauh, yg berisikan surat-suratnya Laura Ingalls pada saat ia di San Fransisco untuk mengunjungi Rose, putrinya yg telah sukses menjadi seorang penulis, dan bab yg terakhir adalah Tapak Tilas latar tahunnya 1931, saat Laura berusia 64 tahun dan Almanzo berusia 74 tahun.Mereka berdua kembali ke De Smet, Dakota Selatan untuk mengunjungi tanah pertanian mereka yg lama dan tanah pertanian keluarga Ingalls. Di perjalanan Laura bertemu lagi dengan adik-adiknya, Carrie dan Grace yg sudah berkeluarga dan telah lanjut usia. Sayang, Laura sudah tidak bisa menemui orangtua dan kakaknya Mary yg buta, karena ketiganya sudah wafat. Begitu seluruh keluarga Wilder telah tiada rumah mereka akhirnya menjadi sebuah museum seperti ini
.                      
                        AAHH!! pingin kesana. Semoga bisa kesampaian ke sana ya :'')                         

Di novelnya nggak ada ilustrasinya sama sekali, yg ada cuma foto-foto. Here it is --->>>
Laura dan Almanzo setelah pernikahan mereka di De Smet, Dakota (sekarang Dakota Selatan)


Laura(atas) dan Almanzo(bawah) pada masa mereka melakukan perjalan ke Mansfield, Missouri ( hlm 16 )


Peta perjalanan sejauh 1046 km ( hlm 37 )



Kondisi jalan raya Kansas di Topeka, Kansas, pada saat mereka melewatinya ( hlm 69 )


Foto Laura Ingalls Wilder ini diambil dua tahun setelah ia tinggal di San Fransisco ( hlm 134 )


Rose Wilder Lane, setahun setelah kunjungan Laura ke San Fransisco ( hlm 137 )


Ketiga pengelana: Laura, Almanzo, dan Nero ( anjing mereka ) dalam perjalanan mereka menuju De Smet ( hlm 319 )


Rose Wilder Lana saat berusia dua tahun empat bulan ketika foto ini diambil pada bulan April 1889. Unyyuu yakk (# ^-^)




<3 xoxo
Putri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jangan lupa komentarnya ya :))
Tapi berkomentarlah dengan bahasa yang sopan dan santun ;))