Looking for something ?

Minggu, 18 Mei 2014

REVIEW Empat Tahun Pertama ( Little House#seri Laura )

Judul : Empat Tahun Pertama (The First Four Years)
Pengarang : Laura Ingalls Wilder
Ilustrasi oleh : Garth Williams
Penerjemah : Djokolelono
Penerbit : BPK Gunung Mulia
Tebal : 152 hlm
Tanggal terbit : 2011
ISBN : 978-979-687-877-2
Pinjam Bibi
Harga: Rp. 19.550 (Bukabuku)
My rating for this novel: * * * * 4 stars

Sinopsis:

Menyongsong masa depan bersama, dalam untung dan malang, dalam suka dan duka...
  Setia, Saling Percaya
   ~ Laura Ingalls Wilder ( 1867 - 1957 )

Tahun-tahun bahagia baru saja berlalu.Di rumah kecil yang baru, keluarga muda Almanzo-Laura harus menyongsong masa depan yang penuh tantangan. Melalui goresan pengalaman yang penuh duka, dalam empat tahun pertama, Laura kini tahu bahwa kecintaan Almanzo pada tanah garapannya sama besarnya dengan kecintaan Laura sendiri pada dunia Barat yang selalu ia rindukan untuk dijelajahi. Bersama bayi mungil mereka, Rose, Laura dan Almanzo siap menjelajahi batas-batas waktu...


Review:

Almanzo dan Laura telah resmi menjadi pasangan suami istri dan mulai membangun keluarga baru. Mereka memulai kehidupan baru mereka di rumah kecil mereka yang baru. Kegiatan sehari-hari mereka jalankan dengan baik. Almanzo mengurusi kerja pertaniannya , sementara Laura melakukan kegiatan sehari-harinya sebagai ibu rumah tangga. Awalnya mereka menjalaninya dengan baik. tetapi hutang mereka banyak yang belum terbayar.Seperti hutang untuk membayar alat-alat pertanian, rumah kecil baru mereka pun juga belum terbayarkan. Mereka bekerja keras untuk mendapatkan uang dengan menjual hasil pertanian mereka. Dengan hasil pertaniannya yang melimpah, Laura pun yakin hutang mereka akan terbayarkan dan tidak hanya itu saja; mereka akan menjadi kaya. Sayangnya hujan batu es melanda. Semua hasil kerja keras mereka telah sia-sia. Ladang mereka hancur, karena batu es. Mereka pun harus memulainya dari nol. Suatu hari Laura merasa perutnya sakit dan perih, kadang-kadang ia ia merasa mual dan selalu bolak balik ke kamar mandi. Setelah diperiksa ternyata Laura hamil, untuk sementara dia tidak boleh banyak bergerak. Almanzo menyarankan untuk tinggal di sebuah rumah sewaannya, bertujuan menjaga kesehatan Laura yang kondisinya tidak terlalu meyakinkan, karena hamil. Bulan Desember , bayi Laura pun lahir bernama Rose. Kini Laura mulai bekerja keras untuk membantu Almanzo mengurus pertaniannya dan juga merawat Rose. Hasil kerja keras mulai membuat mereka mendapat uang yang lumayan cukup untuk membayar hutang mereka yang lebih kecil. Berbagai tantangan mereka lalui dengan tabah dan sabar, walaupun tantangan itu sangatlah berat bagi mereka berdua. Tiga tahun telah berlalu makin banyaklah cobaan yg mereka dapatkan. Bayi kedua Laura yg laki-laki lahir, tetapi belum diberi nama. Sayangnya beberapa minggu kemudian bayi kedua mereka meninggal, karena kejang-kejang ( tidak disebutkan penyakitnya). Hari yg paling menyedihkan akhinya terjadi, rumah mereka kebakaran. Almanzo memberi Laura jerami yg panjang dan kuat untuk dijadikan bahan bakar, lalu diletakkan di depan tungku. Laura menyalakan api dan menaruh cerek air di tungku, Kemudian ditutupnya pintu dapur rapat-rapat. Beberapa saat kemudian, Laura masuk ke dapur tetapi dapurnya terbakar oleh api dimana-mana, itulah penyebabnya. Setelah kejadian itu, Laura dan Amanzo akhirnya pergi ke Missouri, disana mereka hidup bahagia dan disalah mereka menetap sampai kematian mereka.
Ternyata hidup mereka tidak sebahagia yang aku kira ya..... hehehe

Yang kaya mendapatkan es di musim panas, yang miskin di musim dingin "

Yang mau liat ilustrasi unik dan bersejarah ini dia:





<3 xoxo
Putri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jangan lupa komentarnya ya :))
Tapi berkomentarlah dengan bahasa yang sopan dan santun ;))