Looking for something ?

Sabtu, 27 Desember 2014

REVIEW Girls In The Dark


22432940

Judul: Girls In The Dark
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerjemah: Andry Setiawan
Penyunting: Nony Aubree
Proofreader: Dini Novita Sari
Design Cover: Kana Otsuki
Ilustrator: @teguhra
Penerbit: Haru
Cetakan kedua, September 2014
Tebal: 279 hlm
ISBN: 978-602-7742-31-4
Harga: Rp.52.000 (bukupedia.com)

Sinopsis:

Apa yang ingin disampaikan oleh gadis itu?

Gadis itu mati.
Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati. Di tangannya ada setangkai bunga lily.
Pembunuhan? Bunuh diri? Tidak ada yang tahu. Satu dari enam gadis anggota Klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis cantik berkarisma itu. Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyata, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Namun gadis itu bergantian membaca analisis mereka, tapi....

Kau... pernah berpikir ingin membunuh seseorang?



Review:


" Menggenggam rahasia seseorang sama dengan menggenggam jiwanya." (hlm 227)

Klub sastra di SMA Putri Santa Maria mengadakan sebuah pertemuan rutin ke-16 yang diketuai oleh Sumikawa Sayuri bertemakan yami-nabe yang arti harafiahnya "panci dalam kegelapan".

Peserta akan membawa bahan makanan yang dirahasiakan dari orang lain. Semua orang harus memasukkannya ke dalam panci berisi air mendidih dan kemudian memakannya. Karena saling tidak tahu bahan masing-masing, biasanya rasanya jadi tidak karuan. Kalau beruntung, jadi enak.
Pertemuan diadakan di salon sastra yang merupakan rumah para anggota klub sastra yang awalnya sebuah biara dengan gaya gothic . Di dalam gedung tersebut banyak sekali perabotan-perabotan yang berkelas dan termasuk impor dan rak-rak buku yang memenuhi dinding yang terisi dengan buku-buku sastra klasik. Karena termasuk sekolah katolik juga terdapat banyak buku agamawi dan buku-buku yang terlalu serius. Salah satu simbol kemegahan dari salon sastra ini ialah chandelier yang terbuat dari kristal hitam Baccarat yang selalu berkilauan dengan cantiknya. Tetapi di hari pertemuan itu, chandelier dierdupkan untuk mendukung suasana pertemuan tersebut, demikian juga digunakan untuk pelaksanaan yami-nabe.

Selain yami-nabe semua anggota klub sastra masing-masing diwajibkan membawa sebuah naskah yang telah ditulis mengenai kematian mantan ketua klub sastra mereka Shiraishi Itsumi. Naskah ditulis dengan sudut pandang masing-masing yang menceritakan setiap anggota sebelum pertemuan mereka hingga kematian Itsumi. Digunakan untuk mengenang mantan ketua klub mereka beserta untuk membuktikan apakah adanya salah satu anggota klub sastra yang membunuhnya. Itsumi meninggal dengan keadaan telungkup di dekat pot bunga di bawah teras. Dengan memegang setangkai bunga lily.....

Pembacaan naskah masing-masing anggota dilakukan secara bergantian di sebelah perapian dengan dipersiapkan tempat lilin dan sebidang tempat untuk membaca.

Kemudian lampu chandelier dimatikan, pembacaan naskah masing-masing anggota dimulai....

Tempat berada oleh Nitani Mirei (kelas 1-A)


" Tentu saja dibutuhkan keberanian untuk bertemu dengan orang yang sama sekali baru." (hlm 50)
Nitani Mirei tinggal bersama ibunya yang bercerai dengan ayahnya, adik perempuannya yang masih SMP, dan kedua adik laki-lakinya yang masih SD. Ibunya bekerja sebagai kasir di sebuah supermarket yang juga dibantu oleh Mirei. Sejak kelas 4 SD dia bercita-cita untuk bersekolah di sekolah katolik,  SMA Putri Santa Maria yang amat didambakannya.

Impiannya terwujud, Mirei diterima sebagai siswi penerima beasiswa hasil dari kerja kerasnya sendiri. Sungguh berbunga-bungalah hatinya sampai pertemuannya yang tak terduga dengan salah satu siswi senior ketua klub sastra yang bukan lain adalah Shiraishi Itsumi hingga Itsumi mengundangnya sebagai salah satu anggota klub sastra....
" Menurutku rasa iri timbul karena perasaan yang mengatakan bahwa seseorang seharusnya bisa menjadi seperti yang dia irikan." (hlm 50)

Macaronage oleh Kominami Akane (kelas 2-B)

" Bukankah kita diajari supaya memaafkan orang yang bersalah pada kita?" (hlm 95)
Kominami Akane adalah salah satu anggota keluarga dari keluarga yang mengelola sebuah restoran Jepang bernama Restoran Kominami yang berdiri sejak tahun 1 Taisho. Generasi keempat restoran Kominami adalah kakaknya yang aslinya tidak tertarik dengan restoran dan masakan sama sekali dengan memilih untuk bersenang-senang dan Akane yang saat itu sangat berminat untuk mengelola restoran Kominami menjadi restoran yang penuh dengan makanan dan gaya ala barat menggantikan kakaknya. Namun ia tahu bahwa ia tidak akan pernah menaklukan restoran itu.

Hingga ia mendengar adanya sebuah gosip tentang dapur yang ada di salon sastra sampai Itsumi ketua klub sendiri meminta Akane untuk bergabung...

Balkan di Musim Semi oleh Diana Detcheva (Murid Internasional)


" Ada hal-hal yang tidak bisa dibicarakan justru karena sahabat." (hlm 58)
Diana Detcheva, siswi yang berasal dari Desa Rebagrad, Bulgaria. Ia bersama kakaknya/ saudara kembarnya Ema memiliki sebuah layanan, menyediakan kamar di sebuah keluarga bagi wisatawan. Layanan itu pun lumayan menarik perhatian orang. Kemudian, ada permintaan untuk menerima seorang anak SMA dari Jepang selama dua minggu. Muridnya satu orang. Karena seumuran dengan Diana dan Ema, keluarga mereka menerima murid itu.

Dan yang datang ke rumah mereka adalah Itsumi yang menuntunnya menuju SMA Putri Santa Maria, menjadi salah satu anggota klub sastra hingga kematian Itsumi........

Perjamuan Lamia oleh Koga Sonoko (kelas 3-B)

Koga Sonoko  adalah teman sebaya, anak jurusan IPA, dan teman sekelas Itsumi. Koga memiliki cita-cita yang sama dengan Itsumi; menjadi dokter. Mereka saling mendukung, terkadang saling bersaing untuk bisa masuk jurusan Kedokteran universitas kelas satu. Intinya, Shiraishi Itsumi adalah saingan Koga yang baik.
" Manusia adalah makhluk yang mengejar barang yang tidak bisa dia dapatkan; baik itu cinta, kekuatan, maupun status sosial. Namun, sosok manusia yang mengejar semua itu dengan sepenuh hati, terlihat sangat bodoh, tapi di saat bersamaan, juga terlihat menyentuh." (hlm 152)

Pengebirian Raja Langit oleh Takaoka Shiyo (kelas 2-C)

Takaoka Shiyo, membuat novel pertamanya saat berusia 15 tahun di bangku kelas 3 SMP, yang berjudul, Kimi-kage Sou. Karya debutnya tersebut diikutkan ke sebuah lomba yang akhirnya kemenangan diraih oleh Shiyo yang sebelumnya tidak terlalu menonjol, tidak memiliki keahlian tertentu dan tidak terlalu suka belajar menjadi pusat perhatian orang-orang.

Itsumi telah membaca karya debutnya yang akhirnya mengundang Shiyo masuk ke klub sastra.......
" Plagiarisme itu tidak bisa dimaafkan." (hlm 239)

Ingin tahu lebih lanjut? Ayo baca bukunya!!! :D
" Justru karena sahabat mungkin ada yang tidak boleh dicampuri."( hlm 64)
" Bukankah kita harus mengasihi bersama?"(hlm 213)

Novel ini memiliki kesan yang agak seram, dark, penuh dengan konflik di antara para anggota klub sastra. Di setiap naskah para anggota, kita akan dibuat kebingungan melalui cerita mereka yang saling tuduh menuduh dari satu anggota ke anggota lainnya bahwa salah satu dari mereka adalah pelaku yang membunuh mantan ketua klub mereka. Dan seperti kata mereka yang sudah membaca dan me-review buku ini, endingnya tidak terduga dan sedikit creepy. Endingnya menceritakan jati diri Shiraishi Itsumi yang sebenarnya dan membuktikan apakah dia bunuh diri atau dibunuh. 

Penulis buku ini, Akiyoshi Rikako benar-benar jago membuat twisted ending yang lumayan bikin merinding. Penulis memiliki pengetahuan yang luas mengenai karya-karya sastra klasik, seperti The Great Gatsby karya F. Scott. Fitzgerald, Little House On The Prairie karya Laura Ingalls Wilder. Akiyoshi- Senpai juga dapat menggambarkan salon sastra dengan sangat jelas dan detail hingga membuatku terpesona akan gambaran salon sastra dengan chandelier kristal hitam baccarat <3 <3

Jadi pingin punya tempat kayak gitu, dimana ada teman-teman yang memiliki hobi yang sama dan dapat diajak membaca dengan duduk di sebelah perapian dan meminum segelas teh. Terasa banget elegannya.....

Terjemahannya simple, nggak ribet, dan mudah mengerti. Thumbs up buat kak Andry Setiawan yang menerjemahkan novel ini.  Ada beberapa typo namun tidak terlalu mengganggu saat membaca. Buku ini memang sangat worth to read sampai buku ini masuk cetakan kedua. Waktu itu sempat kehabisan, terus akhirnya bisa beli walaupun cetakan kedua. Yah, yang penting kan bisa baca....

Pesan dari buku ini ialah tidak semua sahabat memiliki hati yang tulus. Adakalanya sahabatmu yang terpercaya memiliki hati yang busuk dan mengumbar semua rahasiamu kepada semua orang. Jadi kita harus berhati-hati untuk menjaga rahasia kita dari orang-orang terutama sahabatmu sekalipun.

So my rating for this novel:
5 stars out of 5 stars
Honestly I really love this novel. Hope Akiyoshi-Senpai make other novel like this again :)
I highly recommended this >.<

Buku ini bisa didapatkan di Toko Buku Online Bukupedia ;))


<3 xoxo
Putri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jangan lupa komentarnya ya :))
Tapi berkomentarlah dengan bahasa yang sopan dan santun ;))