Looking for something ?

Selasa, 22 Juli 2014

REVIEW Harry Potter and the Philosopher's Stone (Harry Potter #1)


Judul: Harry Potter dan Batu Bertuah ( Harry Potter and the Philosopher's Stone )
Penulis: J.K. Rowling
Alih bahasa: Listiana Srisanti
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: September 2001 ( cetakan ke-9)
Tebal: 384 hlm
ISBN: 979-655-851-3
Beli di Toko Buku Bekas, Menganti
Harga: Rp. 42.500 (Bukabuku)
My rating for this novel: * * * * * 5 stars

Sinopsis:
Harry Potter belum pernah jadi bintang tim Quidditch, mencetak angka sambil terbang tinggi naik sapu. Dia tidak tahu mantra sama sekali, belum pernah membantu menetaskan naga ataupun memakai Jubah Gaib yang bisa membuatnya tidak kelihatan.
Selama ini dia hidup menderita bersama paman dan bibinya, serta Dudley, anak mereka yang gendut dan manja. Kamar Harry adalah lemari sempit di bawah tangga loteng, dan selama sebelas tahun, belum pernah sekali pun dia merayakan ulang tahun.
Tetapi semua itu berubah dengan datangnya surat misterius yang dibawa oleh burung hantu. Surat yang mengundangnya datang ke tempat luar bisa, tempat yang tak terlupakan bagi Harry--dan siapa saja yang membaca kisahnya. Karena di tempat itu dia tak hanya menemukan teman, olahraga udara, dan sihir dalam segala hal, dari pelajaran sampai makanan, melainkan juga takdirnya untuk menjadi penyihir besar... kalau Harry berhasil selamat berhadapan dengan musuh bebuyutannya.


Review:


“ Dalam hidup ini kita tidak bisa mendapatkan segalanya.” (hlm 380)
“ Kebenaran itu indah dan mengerikan, dan karenanya harus diperlakukan dengan amat hati-hati.” (hlm 368)

Mr dan Mrs Dursley yang tinggal di Privet Drive nomor empat bangga menyatakan diri bahwa mereka orang-orang yang normal, untunglah. Mereka tak bisa diharapkan terlibat dengan sesuatu yang ajaib atau misterius, karena mereka sama sekali tak percaya omong kosong seperti itu. Namun, suatu pagi mereka kedatangan seorang bayi yang tertidur pulas di depan pintu rumah mereka dan bayi itu adalah seorang penyihir yang bernama Harry Potter
10 tahun berlalu, Harry tinggal dirumah keluarga Dursley. Mereka selalu memperlakukan Harry dengan buruk. Bertahun-tahun ia harus tidur di lemari di bawah tangga yang berdebu dan penuh laba-laba. Dudley, anak Mr dan Mrs Dursley pun juga membuat Harry menjadi bulan-bulanannya. Bahkan Harry masih belum menyadari bahwa dia seorang penyihir karena paman dan bibinya tak pernah mengatakannya (mereka takut status kenormalan mereka hilang dalam sekejap, akibat keponakan penyhirnya). Tetapi sifat kepenyihirannya juga selalu terlihat, terutama saat ia marah, maupun sedih. Hal ini berlangsung sampai kedatangan sepucuk surat yang dialamatkan pada Harry mengubah segalanya.

“Tak ada gunanya memikirkan impian berlama-lama sampai lupa hidup.” (hlm 266)

Keluarga Dursley saking paniknya sampai melarang Harry untuk membaca surat tersebut. Namun surat aneh tersebut terus-menerus mendatangi rumah mereka. Hari berganti hari surat yang berdatangan bertambah banyak sampai membuat Paman Vernon hampir  kehilangan akal. Akhirnya Paman Vernon mengajak seluruh keluarganya termasuk Harry mengungsi ke sebuah pulau karang kecil di tengah laut saat badai agar siapapun yang mengirim surat tersebut tidak akan menemukan mereka. 

“Buku-buku! Dan kepintaran! Ada banyak hal penting lainnya—persahabatan dan keberanian.” (hlm 355)

Namun tepat pada tengah malam ketika Harry berulang tahun yang kesebelas sesosok raksasa menjebol pintu pondok mereka dan menerobos masuk. Raksasa itu adalah Rubeus Hagrid seorang pemegang kunci dan pengawas binatang liar datang memberi surat kepada Harry. Hagrid akhirnya memberitahukan semuanya kepada Harry terhadap masa lalunya termasuk detik-detik meninggalnya orang tua Harry yang dibunuh oleh penyihir yang namanya paling ditakuti yaitu Lord Voldemort. Hagrid juga memberitahu Harry sejak meninggalnya orang tuanya dan menghilang Voldemort ia sudah dikenal oleh semua kalangan penyihir di seluruh dunia. Harry yang akan memasuki tahun pertamanya di Hogwarts harus mulai membeli perlengkapan sekolahnya di Diagon Alley dengan ditemani oleh Hagrid. Peralatan sekolahnya itu antara lain jubah, tongkat sihir, buku-buku untuk penyihir, burung hantu untyuk mengirim surat. Saat pertama kali ia menginjak kakinya di Leaky Cauldron (tempat ngopinya para penyihir) semua penyihir  terkaget setengah mati dan menjabat tangan Harry. Bahkan ada yang ingin menjabat tangannya lagi (Harry itu artisnya dunia sihir). 
Dalam perjalanannya ke sekolah sihir Hogwarts ia bertemu Ron Weasley dan Hermione Granger. Pertama kali ia dan Ron bertemu mereka langsung akrab, tetapi berlainan dengan Hermione. Ron dan Harry tidak menyukainya, karena sifatnya yang sok pintar dan menyebalkan. Nmaun pada suatu malam saat mereka melawan troll mereka bertiga akhirnya menjadi sangat akrab juga.

“ Orang biasanya justru memilih hal-hal yang paling buruk untuk mereka.” (hlm 367)

Hogwarts sudah Harry anggap sebagai 'rumah' nya sendiri. Ia sudah menemukan dirinya dua orang sahabat dan banyak teman di asramanya, Gryffindor. Ia juga menjadi seeker Quiddtich termuda selama seratus tahun terakhir. Dibalik semua itu, ternyata di Hogwarts juga memiliki misteri yang tersembunyi. Termasuk di Koridor lantai tiga yang dilarang untuk dimasuki. Didalamnya terdapat anjing berkepala tiga yang menjaga pintu jebakan yang didalamnya terdapat batu bertuah yang sangat dilindungi. Batu bertuah tersebut adalah benda yang diincar musuh bebuyutan Harry, Voldemort. Hal ini disebabkan karena Voldemort sedang berkeadaan lemah dan batu bertuah tersebut terbuat dari cairan kehidupan yang dapat membuat hidup seseorang menjadi kekal.
Namun Harry, Ron, Hermione mencurigai Profesor Snape. Mereka mengira Snape ingin mencuri batu itu. 
Siapa yang sebenarnya ingin mencuri batu tersebut? Apakah Voldemort mengutus Snape mencuri batu itu? Baca sendiri dong.... ehh mungkin yang sudah lihat filmnya juga sudah tahu...

“ Perlu banyak keberanian untuk menghadapi lawan, tetapi diperlukan keberanian yang sama banyaknya untuk menghadapi kawan-kawan kita.” (hlm 378)

Ada juga adegan yang bikin bulu kuduk berdiri (#@.@)
" Perpustakaan gelap gulita dan suasananya mengerikan. Harry menyalakan lampu agar bisa berjalan sepanjang deretan rak-rak buku. Lampunya seperti melayang di udara, dan meskipun Harry bisa merasakan tangannya memegangi lampu itu, pemandangan aneh ini membuatnya ngeri." (hlm 257)

" Mereka berjalan terus menembus pepohonan yang rapat dan gelap. Harry berkali-kali menoleh kebelakang dengan cemas. Dia punya perasaan tak enak bahwa mereka sedang diawasi. (hlm 316)

Buku ini benar-benar membawaku ke masa lalu saat pertama kalinya aku menonton film pertama Harry Potter. Aku bener-bener rindu setengah mati sama serial ini. Aku kangen banget sama si Harry, cowok berkacamata bulat nan imut ini. 
To be honest, aku lebih suka novelnya daripada filmnya. Sangat mendetail dan lebih lengkap. Perbedaan antara film dan novel banyak sekali menurutku. Suka banget sama gaya penulisannya tante Rowling, sangat mudah dipahami daripada tante Stephenie Meyer yang gaya penulisannya sangat bertele-tele dan agak sulit dipahami di serial Twilightnya. OMG banget dehh novel ini..... Dan terimakasih ya bapak udah membelikan novel legendaris ini. Soalnya aku kangen setengah mati sama Harry Potter. Memang aku udah nonton sekaligus punya filmnya lengkap. Tapi tidak akan terlengkapi kalau aku tidak memiliki salah satu novel Harry Potter. Ketcup untuk ayah :*

Film Adaptasi




Judul: Harry Potter and the Philosopher's Stone
Sutradara: Chris Columbus
Pemain: Daniel Radcilffe, Emma Watson, Rupert Grint
Durasi: 2 jam 32 menit
Tanggal Rilis: 16 November 2001
Rating: PG ( adanya adegan yang dapat menakutkan atau mengganggu anak-anak)
My rating for this film: * * * * * 5 stars

The trailer


Review:

Honestly the film is so excelent to me. Beautiful, classic, and so magical. For the cast of the film especially the role of Harry, Daniel Radcliffe. You're the best Harry Potter ever. I miss you when you're still a little kid and you wearing your Harry Potter glasses. Oh God you're so cute. And for the role of Hermione and Ron, Emma Watson and Rupert Grint I miss you two. The three of you will always be in my heart. Okay that's it for now. Adeou... I mean bye bye in Shakespearean language





<3 xoxo
Putri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jangan lupa komentarnya ya :))
Tapi berkomentarlah dengan bahasa yang sopan dan santun ;))