Looking for something ?

Sabtu, 20 Juni 2015

REVIEW Catching Fire (The Hunger Games #2)

Judul: Catching Fire (Tersulut)
Penulis: Suzanne Collins
Alih bahasa: Hetih Rusli
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan kedua belas: Oktober 2013
Tebal: 424 hlm
ISBN: 978-979-22-9946-5
Harga: Rp.58.000 (Bukabuku)
Sinopsis:
Goodreads
Baca review buku sebelumnya:
The Hunger Games (THG#1)
Mockingjay (THG#3)

*Review ini mungkin mengandung spoiler bagi yang belum baca buku atau menonton film sebelumnya!!*





Review:
" Kunjungan dari Presiden Snow. Distrik-distrik di ambang pemberontakan. Ancaman maut langsung kepada Gale, juga kepada yang lainnya. Nasib semua orang yang kusayangi berada di ujung tanduk. Dan entah siapa lagi yang akan membayar perbuatanku. Kecuali aku mengembalikan keadaan dalam tur ini. Menenteramkan kegelisahan massa dan menenangkan pikiran sang Presiden. Dan bagaimana caranya? Dengan membuktikan pada seantero negeri bahwa aku mencintai Peeta Mellark tanpa ada keraguan sedikit pun." (hlm 40)
Katniss, The Mockingjay

Setelah The Hunger Games ke-74 terselesaikan dengan Katniss Everdeen dan Peeta Mellark sebagai pemenang. Merupakan keunikan tersendiri karena kali ini ada dua orang yang memenangkannya, berkat kejadian beri nightlock yang mendorong mereka untuk bunuh diri sehingga tak ada yang memenangkan The Hunger Games. Setelah itu, Katniss dan Peeta harus melakukan Tur Kemenangan ke seluruh distrik Panem yang biasanya dilakukan oleh pemenang The Hunger Games yang sebelumnya. Namun, tak dapat dianggap mudah oleh Katniss. Presiden Snow ingin Katniss meyakinkannya bahwa dia benar-benar mencintai Peeta dan kejadian buah beri itu hanya akal-akalan Katniss saja. Tanpa disadarinya, Katniss telah menyalakan api pemberontakan distrik-distrik lainnya untuk melawan kekejaman Capitol. Maka dari itu, Snow meminta Katniss untuk meredakannya.

Sayang tindakan Katniss ternyata makin memanaskannya hingga pemberontakan distrik-distrik merajalela. Dengan adanya Quarter Quell ke-3 yang diadakan selama 25 tahun sekali. Quarter Quell lebih mengerikan ketimbang The Hunger Games biasa. Katniss mengira semua masalahnya telah terselesaikan setelah ia menjadi pemenang sehingga ia tak perlu lagi mendaftarkan namanya mengikuti The Hunger Games dan telah diberikan hidup mewah untuk dirinya dan keluarganya. Malangnya, Snow mengumumkan bahwa peserta Quarter Quell adalah para pemenang The Hunger Games sebelumnya dan Katniss secara resmi kembali ke arena pertarungan yang mematikan itu.

Saat pelatihan para peserta sedang berlangsung sebelum permainan dimulai, Haymitch, mentor Katniss, menyarankannya untuk bersekutu dengan peserta-peserta lain yang menurutnya dapat dipercayainya. Dan mengingatkan Katniss saat The Hunger Games ke-75 dimulai bahwa ia harus ingat musuh Katniss yang sebenarnya...



Sebenarnya masih banyak yang mau kuceritakan tapi untuk menghindari spoiler maka terpaksa nggak kuceritakan. Cari tahu sendiri dengan baca novelnya atau nonton filmnya bagi yang males baca (hadeh baca doang aja kok males yahh.. -_-).

Katniss Everdeen, The Girl On Fire

Buku yang sebelumnya memang tensi ketegangannya sudah dapat, tetapi di buku kedua ini siap-siapkan dirimu karena ketegangannya lebih besar. Konfliknya menambah berhubung permasalahan-permasalahan yang dialami tokoh Katniss bertambah dengan Presiden Snow mengancamnya dengan membunuh orang-orang tercintanya, terutama sahabatnya yang ternyata mencuri hati Katniss, Gale Hawthorne, jika Katniss gagal meredakan pemberontakan distrik-distrik Panem dan dirinya yang harus mengikuti Quarter Quell. Awalnya dia mencoba untuk melarikan diri bersama Gale, namun sadarlah dirinya kalau itu tindakan egois. Banyak sekali dilema yang harus dipikirkannya. Yup, perkembangan tokoh Katniss mulai terlihat di sekuel ini.

Ceritanya pun mulai berkembang dengan banyaknya permasalahan politik dan pemberontakan sedangkan di buku sebelumnya lebih fokus ke The Hunger Games-nya saja. Seluruh penduduk distrik Panem yang telah tak mampu menerima kekejaman yang selama ini dilakukan Capitol akhirnya kembali membalasnya seperti pemberontakan di masa lalu yang pernah terjadi demi meraih kemerdekaan yang mereka harapkan selama ini. Perasaan membaca buku ini jadi serasa hidup di jaman dulunya Indonesia dijajah Belanda. #eh :p

Dan sekali lagi penulisan Suzanne Collins patut diacungi jempol di buku ini. Terutama perkembangan tokoh-tokohnya dan penggambaran arena Quarter Quell-nya yang detail dan mudah dibayangkan. Ceritanya lebih menegangkan dan mengerikan tetapi dengan gaya penulisan penulis yang mengalir benar-benar membuatku ingin segera menuntaskan bukunya. Overall, buku kedua ini yang terbaik di antara buku pertama dan ketiganya. 

Finally, penilaianku untuk buku kedua ini adalah...
5 out of 5 stars
This book is really brilliant. Applause!! #plokplok


*Trailer film*


Adaptasi filmnya telah dirilis 22 November 2013 lalu dengan Jennifer Lawrence sebagai Katniss Everdeen, Josh Hutcherson sebagai Peeta Mellark, Liam Hemsworth sebagai Gale Hawthorne, dan Donald Sutherland sebagai Presiden Snow. Film kedua ini disutradarai oleh Francis Lawrence

<3 xoxo
Putri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jangan lupa komentarnya ya :))
Tapi berkomentarlah dengan bahasa yang sopan dan santun ;))