Looking for something ?

Minggu, 05 April 2015

Movie Adaptation Review: If I Stay

Judul: If I Stay
Sutradara: R.J. Cutler
Pemain: Chloe Grace Moretz, Jamie Blackley, Mireille Enos
Tanggal rilis: 22 Agustus 2014
Durasi: 1 jam 47 menit
Genre: Remaja
IMDb: (http://www.imdb.com/title/tt1355630/?ref_=nv_sr_1)
Adaptasi dari novel If I Stay karya Gayle Forman

Trailer:




Review:
" Sometimes you make choices in life, and sometimes choices make you."

Akhirnya kelar juga nonton filmnya. Alasan pertama mengapa aku ingin menonton film ini karena ada aktris idolaku Chloe Grace Moretz, namun begitu tahu kalau ini ternyata adaptasi dari buku langsung saja aku naruh If I Stay ke rak wishlist-ku. Terus kesampaian juga beli bukunya walaupun belum punya buku keduanya -_-
Okay, lets get into this emotional story



Cerita berawal dengan narasi Mia Hall (Chloe Grace Moretz) yang menceritakan kisahnya. Saat itu hari bersalju sehingga kegiatan di luar rumah diliburkan termasuk untuk bersekolah dan kerja. Mia beserta keluarganya ibu, ayah, dan adiknya Teddy (Jakob Davies) berencana untuk mengunjungi Henry dan Willow, teman dekat orang tuanya. Namun, rencana mereka berakhir dengan kecelakaan maut yang menimpa mereka. Mobil keluarga Hall bertabrakan oleh mobil yang berkecepatan tinggi.


Mia terbangun dengan banyaknya perawat yang berlalu lalang di lokasi kejadian hingga ia melihat tubuhnya yang tergeletak tak berdaya di tanah dengan perawat yang mengelilinginya. Seketika ia sadar bahwa ia sendiri adalah jiwanya yang keluar dari tubuhnya.

Kini Mia harus memilih dari salah satu pilihan tersulit baginya. Akankah ia tetap hidup dan bersama orang-orang yang ia sayangi? Atau memilih mati meninggalkan mereka yang disayanginya semasa hidupnya?

Sudah segitu aja untuk menghindari spoiler. Filmnya memang sangat menggambarkan isi novelnya walau tidak seluruhnya. Seperti di novelnya, di setiap adegan dalam film akan disuguhkan alur maju mundur yang menjabarkan masa-masa sebelum kecelakaan terjadi dan saat setelah kejadian ketika jiwa Mia gentayangan mengelilingi rumah sakit melihat keluarga, sahabatnya Kim (Liana Liberato) dan kekasih Mia, Adam Wilde (Jamie Blackley) meratapi nasib Mia. Kalau di novelnya menceritakan banyaknya peristiwa masa lalu Mia bersama keluarganya, di filmnya kebanyakan tentang masa-masa Mia bersama Adam yang sayangnya terlihat membosankan bagiku.

Pertama, aku lumayan suka akting Chloe Moretz disini yang memerankan Mia. Sisi emosional Mia tersampaikan dengan cukup baik, meskipun lumayan datar. Tetapi aku suka cara Chloe memainkan cello saat adegan audisi di sekolah musik ternama, Juilliard, persis seperti Mia yang kubayangkan.


Chemistry antara Mia dan Adam yang diperankan Jamie Blackley terlihat kuat disini. Terutama di adegan-adegan mereka berbagi romantisme bersama mereka terlihat seperti sepasang kekasih betulan. Jamie Blackley juga sudah menampakkan jiwa rock-nya si Adam dengan baik


Adegan-adegan favoritku dalam novelnya juga dipersembahkan dengan baik di filmnya. Seperti adegan bermain cello dan gitar antara Mia dan Adam saat hari buruh. Adegan Gramps kakek Mia berbicara dengan Mia yang sedang koma dengan disaksikan oleh roh Mia yang bikin nyesek banget di hati (T_T). Lalu saat Adam yang menginginkan Mia untuk tetap hidup dengan mengucurkan air mata. Good acting, Jamie!!





So, my rating for this adaptation...
3.5 out of 5 stars
For the Mia's audition in Juilliard and Mia and Gramps scene

" Life is this big fat gigantic stinking mess. But that's the beauty of it too."

<3 xoxo
Putri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jangan lupa komentarnya ya :))
Tapi berkomentarlah dengan bahasa yang sopan dan santun ;))