Looking for something ?

Rabu, 05 November 2014

REVIEW Inferno

Judul: Inferno
Penulis: Dan Brown
Penerjmah: Ingrid Dwijani Nimpoeno dan Berliani Mantili Nugrahani
Penyunting: Tim Redaksi
Pemeriksa aksara: Eti Rohaeti dan Oclivia Dwiyanti P.
Penata aksara: Cahyono
Penerbit: Bentang Pustaka
Cetakan IV: November 2013
Tebal: 644 hlm
ISBN: 978-602-7888-55-5
Harga: Rp. 125.000 (bukupedia.com)
My rating for this novel: * * * * 4 stars

Sinopsis:
Tempat tergelap di neraka dicadangkan bagi mereka yang tetap bersikap netral di saat krisis moral.

Tengah malam, Robert Langdon terbangun dari rumah sakit dan syok saat mendapati dirinya ada di Florence, Italia. Padahal, ingatan terakhirnya adalah berjalan pulang setelah memberi kuliah di Harvard. Belum sempat Langdon memahami keganjilan ini, dunianya meledak dalam kekacauan. Di depan mata, dokter yang merawatnya ditembak mati. Langdon berhasil lolos berkat Sienna Brooks, seorang dokter muda yang penuh rahasia.
Dalam pelarian, Langdon menyadari bahwa dia memiliki sebuah stempel kuno berisi kode rahasia ciptaan ilmuwan fanatik yang terobsesi pada kehancuran dunia berdasarkan mahakarya terhebat yang pernah ditulis-- Inferno karya Dante. Ciptaan genesis ilmuwan tersebut mengancam kelangsungan umat manusia, Langdon harus berpacu dengan waktu memecahkan teka-teki yang berkelindan dalam puisi-puisi gelap Dante Alighieri. Belum lagi, dia harus menghindari sepasukan tentara berseragam hitam yang bertekad menangkapnya.
Sang master, Dan Brown, sekali lagi menunjukkan kegeniusan mengolah sejarah, seni, kode, dan simbol dalam sebuah kisah yang tak terlupakan. Setelah The Da Vinci Code, Angels & Demons, dan The Lost Symbol, Inferno kembali menegaskan kejayaan Dan Brown sebagai perajut kisah luar biasa.



Review:
“Jangan pernah membuat janji yang tidak bisa ditepati.” (hlm 36)
Sebenarnya, aku merasa kesulitan banget buat meresensi novel ini. Tapi apa boleh buat, yang minjemin buku ini udah nunggu hasil ulasanku. Ya udah deh, ini dia hasil ulasanku.

Semuanya berawal dari seorang Profesor Harvard bernama Robert Langdon yang terbangun dari tidurnya di rumah sakit kota Florence, Italia. Robert bahkan tidak ingat bagaimana dia bisa berada di rumah sakit. Ya, Robert mengalami amnesia, akibat dari luka tembakan yang terdapat di kepalanya. Dr. Marconi dan Dr. Sienna Brooks bahkan tampak kebingungan di saat pertama kalinya kedatangan Robert di rumah sakit itu.

Beberapa saat kemudian, datanglah Vayentha, wanita berambut duri dengan senjata tembak di tangannya dan menembak jatuh Dr. Marconi di depan Robert. Sienna membawa Robert bersamanya untuk melarikan diri dari Vayentha dan tentara berseragam hitam yang terus mencoba menangkap mereka.
“Kegilaan membiakkan kegilaan.” (hlm 18)
“Keputusan masa lalu kita adalah arsitek masa kini kita.” (hlm 36)
Sienna membawa Robert ke apartemennya untuk bersembunyi. Robert menemukan semacam silinder yang terdapat gambar biohazard di saku jaketnya dan memutuskan untuk menelpon konsulat AS.  Mereka memberitahu Robert bahwa mereka mencarinya dan meminta lokasi tempat Robert berada. Akhirnya, Robert memberitahu lokasinya. Setelah pembicaraan lewat telepon, Robert melihat Vayentha dan tentara-tentara itu menuju ke lokasi tempat yang baru saja dia beritahu pada konsulat. Sienna dan Robert pun menyadari bahwa mereka berusaha untuk membunuh Robert.
“Tidak ada peluang untuk kebetulan.” (hlm 44)
“Tidak semua orang mampu meningkatkan diri mereka atau anak-anak mereka.” (hlm 413)
 Robert memutuskan untuk menge-cek benda silinder itu terlebih dahulu. Di silinder itu ternyata terdapat sebuah proyektor kecil yang menunjukkan sebuah lukisan Map Of Hell karya Boticelli yang terpampang di dinding. Di bawah lukisan tersebut ada sebuah kalimat yang berbunyi
“Kebenaran hanya bisa dilihat melalui mata kematian.” (hlm 98)

Lukisan Map of Hell karya Boticelli

Tetapi mereka harus secepatnya melarikan diri dari tentara berseragam hitam itu. Mereka berhasil kabur untuk kedua kalinya. Robert dan Sienna mulai meneliti lagi mengenai lukisan Map of Hell, mereka yakin bahwa Dante juga terlibat dalam permasalahan ini. Hasil penelitian mereka, terdapat rangkaian huruf dari atas hingga bagian bawah lukisan itu yang berbunyi CATROVACER. Kata itu terasa asing di telinga mereka. Jadi mereka harus mencari jawabannya di Palazzo Vecchio.


Palazzo Vecchio, Italia

Di balik semua itu, terdapat wabah mengerikan yang menungggu mereka. Wabah yang akan mengancam seluruh umat manusia.
Akankah mereka berhasil memecahkan misteri-misteri tersebut? Apa wabah yang menunggu mereka? 
Lets find out and read the book!!
“Kebenaran itu luar biasa sulit untuk diterima.” (hlm 302)
“Tidak semua orang mampu meningkatkan diri mereka atau anak-anak mereka.” (hlm 413)
Sejujurnya, aku ingin sekali menyukai buku ini. Tapi entah kenapa genre-nya yang agak berat buat seumuranku membuat buku ini tidak sesuai seleraku. Ini adalah buku karya Dan Brown pertama yang aku baca. Aku sangat menikmati gaya penulisannya Om Dan Brown walaupun terkesan mendayu-dayu alias lebay dan agak bikin ngantuk, hehehe... #DikeplakOmDanBrown

Untungnya alurnya cukup menegangkan sehingga membacanya tidak terlalu membosankan. Satu-satunya yang paling kusukai dari buku ini, endingnya benar-benar nggak tertebak. Cara Dan Brown menggabungkan ceritanya dengan karya Dante Alighieri , The Divine Comedy patut diacungi jempol. Namun, buku ini ternyata sangat kontroversial seperti buku karya Dan Brown yang sebelumnya, misal The Da Vinci Code.

Sekarang untuk tokohnya, aku merasakan simpati yang nggak ada hentinya buat Sienna Brooks. Sejak kecil Ia tak pernah memiliki teman satupun.  Penyebabnya, sejak kecil Sienna telah memiliki IQ yang cukup tinggi yakni, 208. Wow! Ia merasa terisolasikan dari dunianya sendiri hingga sering depresi yang membuat rambutnya rontok hingga gundul sehingga Sienna harus memakai wig pirang kuncir kuda persis seperti rambutnya yang dulu.
“Percayalah, saya tahu rasanya merasa kesepian... dan jenis kesepian terburuk di dunia adalah isolasi akibat kesalah pahaman. Itu dapat membuat seseorang kehilangan egangan pada kenyataan.” (hlm 623)
So, I give this book 4/5 stars (sebenarnya mau ngasih 3 bintang, tapi karena petualangannya Robert dan Sienna yang sungguh mendebarkan membuatku tidak tega mengasih buku ini 3 bintang. Jadi tambah 1 bintang, akhirnya jadi 4 bintang deh) #I'mSuckOnRating
Really recommended for mystery/thriller lovers

Kabarnya, buku ini akan di segera digarap film adapatasinya dan dirilis pada tanggal 14 Oktober 2016 (Wih! nunggu sampai kelas 1 SMA nih). Filmnya akan disutradarai oleh Ron howard dan Tom Hanks akan kembali berperan sebagai Robert Langdon. Semoga nggak mengecewakan ya... :))

Buku ini bisa didapatkan di Toko Buku Online Bukupedia ;))

http://www.bukupedia.com/id/book/id-76693/inferno-soft-cover.html

<3 xoxo
Putri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jangan lupa komentarnya ya :))
Tapi berkomentarlah dengan bahasa yang sopan dan santun ;))