Looking for something ?

Sabtu, 28 Maret 2015

REVIEW Bintang dan Cahayanya

Judul: Bintang dan Cahayanya
Penulis: Pretty Angelia Wuisan
Editor: Pradita Seti Rahayu
Penerbit: Elex Media Komputindo
Terbit: 2014
Tebal: 336 hlm
ISBN: 978-602-02-5474-6
Harga: Rp. 59.800 (bukabuku)

Sinopsis:
Goodreads









Review:
" Lo pernah berpikir... bagaimana jadinya jika di dunia ini manusia berbentuk sama? Dari ras, wajah yang sama, kepribadian, warna kulit, warna rambut, warna kornea, lalu... fisik yang sempurna tanpa cacat. Apa menurut lo itu indah, El? Kan perbedaan sering menimbulkan konflik." (hlm 254)
Alina Lovita Wahab tokoh utama novel ini, adalah seorang gadis 16 tahun yang memiliki seorang adik yang mengidap gangguan spektrum autisme bernama Aster. Mereka berdua tinggal bersama bunda mereka Ros sementara ayah mereka bekerja di kapal yang membuat sang ayah jarang pulang. Merawat adiknya yang selalu dianggap gila dan idiot oleh para tetangganya di Kompleks Bumi Menggugah, Bogor merupakan suatu tantangan yang selalu dihadapi Alin. Hingga mantannya Yovie memutuskan hubungannya dengan Alin yang tak bisa menerima Aster yang dianggapnya cacat.
" Berbeda itu menurut gue asyik, Lin. Jadinya, kita nggak pernah merasa bosan. Bukankah Tuhan menciptakan kita berbeda-beda dengan alasan agar kita bisa saling mengerti? Konflik sendiri kan ada karena manusia yang enggan menerima dan terlampau sombong dengan apa yang mereka miliki. Dan masalah kesempurnaan. Menurut gue, di dunia ini nggak ada yang sempurna, Lin. Ketidaksempurnaan membuat semua orang berusaha melakukan hal yang terbaik. Dan itulah yang menjadikan dunia ini begitu indah." (hlm 255)
Di samping itu, Mikael teman Alin atau bisa disebut penggemarnya sejak kelas XI telah merubah image-nya menjadi tampak lebih dewasa dengan menjabat sebagai ketua OSIS padahal awalnya ia seorang penguntit dan selalu mengejar-ngejar Alin, gadis yang disukainya walaupun seringkali didepak. Alin pun merasakan perubahan yang terdapat pada diri Mikael yang selalu menjengkelkannya itu. Lambat laun, perasaannya terhadap Mikael berubah sehingga diam-diam ia juga menyukainya. Tetapi, setelah kejadiannya bersama Yovie membuatnya takut untuk jatuh cinta lagi. Takut Mikael juga akan melakukan hal yang sama karena adiknya yang autis.

Aster memiliki sifat yang berbeda dari anak seusianya yang lain. Yang dapat diucapkannya hanya "aa.." dan menggunakan tangannya untuk menunjukkan apa yang ingin dilakukannya. Dan itu hanya dimengerti oleh Alin dan ibunya. Sungguh membuat Alin merasa jengkel dengan adiknya. Berawal dari saat teman-teman Alin tim Amazing Dancer singgah ke rumahnya untuk latihan menari dalam mengisi acara tahunan SMA, Kampung Sastra. Hal yang paling ditakuti Alin pun terjadi; teman-temannya tahu kondisi Aster yang sebenarnya. Sehingga ia tidak sanggup lagi untuk memiliki adik seperti Aster yang sangat butuh perhatian lebih dari bunda sampai ia mengira bunda menganak tirikan dirinya alias tidak memperdulikan Alin.

Oleh karena itu, Alin berencana melakukan tindakan onar untuk tidak pulang ke rumah dengan menginap di rumah sahabat karibnya Gita hanya untuk semalam. Ia menyarankan Gita untuk tidak memberitahu bunda mengenai pelariannya. Bunda Alin yang sangat khawatir terhadap keberadaan putri sulungnya mencarinya dengan gelisah akhirnya mengalami kejadian naas. Bunda kecelakaan saat ia mengendarai motor mencari Alin dan tertabrak mobil yang membuatnya terlempar ke sisi trotoar yang membentur kepalanya. Apa yang terjadi selanjutnya? Akankah bunda Alin selamat dari kecelakaan? Temukan jawabannya di buku ini!! ^_^

" Semua orang selalu beranggapan orang lain lebih bahagia darinya. Padahal dia nggak mengetahui bahwa orang yang terlihat bahagia itu telah merasakan penderitaan paling pahit selama masa hidupnya." (hlm 307)
Ada banyak pelajaran hidup yang dapat kita ambil dari novel ini. Terutama mengenai perbedaan. Kebanyakan orang yang mengalami kelainan seperti Aster pasti akan dilecehkan dan diremehkan oleh masyarakat. Di dalam novel ini menunjukkan bahwa setiap manusia pastinya memiliki perbedaan. Ada yang normal dan ada yang mengalami keterbelakangan mental. Lagipula tidak ada manusia yang sempurna dan tidak mungkin setiap manusia memiliki kepribadian yang sama. Itulah masalah yang dibahas di dalam novel ini.

Pertama-pertama mengenai tokoh-tokohnya menurutku cukup baik. Penulis dapat membuat karakter Alin terlihat menyebalkan sampai aku terkadang dibuat jengkel saat membaca buku ini lalu berubah mengharukan di bagian akhir novel. Alin menurutku tokoh yang cukup kompleks jadi dia termasuk tokoh favoritku dalam novel ini. Selain Alin, Mikael juga tokoh paling aku sukai. Kadang di beberapa adegan dia sukanya ngegombal dan kocak banget ^o^ dan terkadang juga serius waktu Mikael menjelaskan tentang masa lalunya ke Alin, bikin nyesek. You're my new book boyfriend!!  <3 :* Penulis mampu membuat chemistry Alin dan Mikael terasa kuat. Penjelasan latar tempatnya sangat detail dan gampang dibayangkan. Gaya penulisannya agak bertele-tele tapi masih mudah dipahami.

Sekian, opiniku tentang buku ini jadi bintang yang aku kasih untuk Aster dan Alinnya (Bintang dan Cahayanya)...
4 out 5 stars
Untuk dua Arcturus dan kedua bintangnya ^_^

Sekali lagi terimakasih banyak mbak Pret (hehe..) untuk buntelan bukunya... 
And Alin brought me to this song

When I See You Smile by Bad English, lagu favorit Alin

 <3 xoxo
Putri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jangan lupa komentarnya ya :))
Tapi berkomentarlah dengan bahasa yang sopan dan santun ;))